Dandim 0704/Banjarnegara : Pentingnya Wawasan Kebangsaan Guna Menanamkan Jiwa Nasionalisme

BANJARNEGARA-Bharindojakartaindonesia.com/-Komandan Kodim 0704 Banjarnegara Letkol Inf Dhanang Agus Setiawan, S.E., M.Si., menjadi narasumber materi Wawasan Kebangsaan kepada ribuan peserta Orientasi Klasikal PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) Pemkab Banjarnegara yang dilaksanakan dalam tiga gelombang di Golden Ballroom Hotel Surya Yudha Banjarnegara.
Rabu, (7/6/2023).

Dandim menyampaikan,” Wawasan Kebangsaan pada masa sekarang ini sangat penting, karena Wawasan Kebangsaan merupakan salah satu sarana untuk menambah kecintaan kepada NKRI.

“Secara harfiah arti Wawasan Kebangsaan adalah konsepsi cara pandang yang dilandasi akan kesadaran diri sebagai warga negara akan diri dan lingkungannya di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, ” ujar Dandim.

“Nilai dari Wawasan Kebangsaan itu sendiri adalah pengorbanan, kesederajatan, kekeluargaan, dan gotong royong.
Adapun dampak memudarnya wawasan kebangsaan diantaranya kehilangan jati diri dan karakter bangsa, ancaman disintegrasi bangsa, melemahnya daya saing, dan daya tangkal bangsa, tujuan dan cita-cita bangsa tidak terwujud, ” ungkapnya lebih lanjut.

Dandim juga menyampaikan pentingnya bela negara, pengertian bela negara itu sendiri adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada NKRI dengan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup bangsa dan negara seutuhnya.

“Sebagaimana sistem pertahanan semesta, bela negara harus melibatkan segenap komponen bangsa”, tegasnya.

Dalam paparannya Dandim mengingatkan untuk mewaspadai bahaya proxy war yang mengintai Bangsa Indonesia.
Proxy war dilakukan dengan memanfaatkan potensi konflik untuk menimbulkan instabilitas negara. Kemungkinan Indonesia menjadi target perebutan negara asing karena kekayaan sumber daya alamnya.

“Kita harus mengenali bentuk-bentuk proxy war di Indonesia diantaranya kerusuhan akibat tersulutnya konflik horisontal, penanaman bibit paham radikalisme dan anti pancasila, penyebaran hoax di media maya agar terjadi distorsi informasi, menghembuskan isu sara agar terjadi instabilitas keamanan, ragam demonstrasi massa dengan tuntutan yang tidak relevan, pemaksaan menggantikan dasar negara dengan sistem ideologi lain, memicu sentimen agama melalui teror bom di tempat ibadah, ” tambahnya.

Dirinya menegaskanz untuk menghadapi proxy war yaitu dengan membangun karakter bangsa yang tangguh dengan melibatkan seluruh pihak dari keluarga (informal), kantor dan sekolah (formal) serta Lingkungan masyarakat (non formal).

Lebih lanjut diungkapkan, sifat gotong royong, ramah tamah, dan toleransi dalam kehidupan beragama merupakan karakter Bangsa Indonesia.
Pembentukan karakter bangsa harus dilandasi oleh Pancasila sebagai dasar filosofi bangsa.
Makna serta nilai yang ada pada karakter bangsa Indonesia diantaranya nilai nilai kejuangan, semangat, gotong royong, kepedulian, sopan santun, persatuan dan kesatuan, kekeluargaan, tanggung jawab.

“Ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, agama, norma (hukum, aturan tertulis), pendidikan, lingkungan, kepemimpinan yang baik merupakan faktor faktor yang membangun karakter bangsa.
Walaupun bukan pemimpin, namun memiliki jiwa pemimpin yang berlandaskan Pancasila”, pungkasnya.

  (One)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *