Provinsi Babel Targetkan Tahun 2023 Angka Stunting Turun Dari 18,5 % menjadi 14 %

Manggar, Beltim-Bharindojakartaindonesia.com/
Masih rendahnya tingkat pendidikan rata-rata masyarakat, adalah faktor pemicu kasus stunting di Provinsi Bangka Belitung. Dan tingkat pendidikan yang rendah, membuat angka perkawinan usia anak meningkat dan berujung pada pola asuh yang salah.

Hal ini diungkapkan Suganda Pandapotan Pasaribu Pejabat Gubernur Kepulauan Bangka-Belitung di Ruang Pertemuan Satu Hati Bangun Negeri Sekretariat Daerah Kabupaten Beltim, usai meninjau lokasi stunting atau rumah warga yang terindikasi gizi buruk di Desa Senyubuk, Kecamatan Kelapa Kampit, Selasa (13/6/23).

“Jadi stunting di kita ini anomali ya. Kita kan selalu kita dengar bahwa warga stunting kekurangan asupan gizi dan sebagainya, tapi beberapa hal setelah kita lihat di lapangan tadi, bahwa dari sisi ekonomi berasal dari keluarga mampu, artinya ada pola asuh yang keliru,” ungkap Suganda.

Kekeliruan pola asuh ini menurut Suganda lantaran banyak masyarakat yang hanya mengenyam pendidikan dasar. Bahkan di rata-rata nasional tingkat pendidikan warga Babel masih cukup rendah.

“Ini yang harus kita lakukan intervensi ke depannya, kalau tingkat pendidikan pemuda-pemudi kita tinggi mereka tidak akan menikah di usia dini. Mungkin secara ekonomi dia mampu, dia dari segi pola pikir dia belum mampu,” kata Suganda.

Pemprov Babel menargetkan angka stunting di tahun 2023 ini akan turun sesuai target nasional yakni di angka 14 persen. Saat ini angka stunting di Provinsi Babel masih mencapai 18,5 persen.

“Target kita mengikuti secara nasional, yakni 14 persen. Sekarang kita masih 18 persen,” ujar Suganda.

Untuk strategi penurunan stunting, Pemprov Babel sudah menggandeng seluruh stake holder, baik kader posyandu, perangkat di tingkat desa, hingga kecamatan dan kabupaten. Para pemangku kepentingan ini dihimbau untuk terus melakukan pendampingan terhadap keluarga stunting.

“Selain dengan pemberian tambahan makanan dengan asupan gizi, kita juga menggelar pelatihan-pelatihan. Nah pelatihan-pelatihan inilah yang akan merubah pola pikir generasi kita,” ujar Suganda.

(Rel@2!/Den/Aris)    

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *