Terkait Izin Minuman Beralkohol Di Kenzo, Gabungan Mahasiswa Peduli Sumsel Demo Kantor Walikota

Palembang, Bharindojakartaindonesia.com/-
Sehubungan dengan informasi yang dihimpun oleh Gabungan Mahasiswa Peduli Sumsel Sumatera Selatan, Tentang adanya dugaan indikasi persoalan yang melibatkan
merugikan konsumen di tempat hiburan malam yang bernama Kenzo Live Rajawali
Resto & Singing Hall yang berada di Jalan Rajawali Komplek Rajawali Village Palembang, Gabungan Mahasiswa Peduli Sumsel demo kantor Walikota pada, Jumat (16/06/23).

Hal ini sebagaimana disampaikan oleh M Ferdian Alfarabi selaku Kordinator Aksi saat ditanyai wartawan menuturkan bahwa pihaknya mendatangi kantor Walikota Palembang dalam rangka menyampaikan aspirasi terkait peredaran minuman beralkohol yang kuat dugaan tidak memiliki izin.

Terkait hal tersebut, Gabungan Mahasiswa Peduli Sumsel berharap dapat menjadi suara mahasiswa dan masyarakat dalam memperjuangkan kepentingan dan kesejahteraan bersama yang erujuk pada Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 Tentang Kemerdekaan Menyampaikan
Pendapat Dimuka Umum, Undang-Undang RI Nomor 39 Tahun 1999 Tentang Hak Asasi Manusia (HAM) dan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP) serta Peraturan Materi Perdagangan Republik Indonesia Nomor 25 Tahun 2019 Tentang Pengendalian Dan Pengawasan Terhadap Pengadaan, Peredaran dan Penjualan Minuman Berakohol, maka aksi hari ini dilakukan, jelasnya.

“Pasalnya, diduga bahwa pihak Kenzo Live Rajawali Resto & Singing Hall Palembang
tidak transparan dalam memberikan informasi kepada konsumennya tentang status perizinan minuman yang berakohol tinggi dengan bermacam Merek, yang belakangan diketahui status Perizinan Minuman tersebut yang tidak jelas. Hal ini diketahui berdasarkan informasi dan investigasi yang dilakukan Gabungan Mahasiswa Peduli Sumsel Sumatera Selatan, diduga bahwa banyaknya jenis minuman yang berakohol tinggi itu tidak jelas Perizinannya, sehingga dampak dari persoalan tersebut  berdampak terhadap konsumennya dan pendapatan Negara,” imbuhnya.

M Ferdian Alfarabi menambahkan, minuman alkohol yang tidak jelas perizinannya dapat sangat merugikan konsumen karena minuman alkohol ilegal atau yang tidak memiliki perizinan yang jelas tidak melewati pengawasan kualitas dan standar keamanan yang ditetapkan oleh otoritas kesehatan. Bahan-bahan beracun atau berbahaya mungkin ditambahkan secara tidak sah ke dalam minuman tersebut, yang dapat menyebabkan keracunan, gangguan organ, atau bahkan kematian.

Konsumen tidak dapat mengetahui dengan pasti apa yang mereka minum dan apakah
minuman tersebut aman. Minuman alkohol ilegal memiliki ketidakpastian Kandungan
Alkohol yang terukur dengan akurat. Ini dapat menyebabkan konsumen mengonsumsi alkohol dalam jumlah yang tidak diketahui, yang dapat berdampak negatif pada kesehatan, terutama jika dikonsumsi secara berlebihan atau dalam kombinasi dengan obat-obatan atau zat lain yang tidak aman, tambahnya.

“Minuman alkohol ilegal dapat memiliki
dampak negatif yang luas pada masyarakat dan ekonomi karena tidak membayar pajak
dan tidak mengikuti aturan bisnis yang sah, mereka dapat merugikan ekonomi secara
keseluruhan dan mengganggu industri alkohol yang diatur dengan baik. Maka menyikapi hal demikian Gabungan Mahasiswa Peduli Sumsel Sumatera Selatan melakukan aksi demostrasi di kantor Walikota untuk melaporkan Persoalan tersebut,” tuturnya.

Adapun yang menjadi tuntutan massa aksi Gabungan Mahasiswa Peduli Sumsel Sumatera Selatan dalam aksinya seperti
meminta Walikota Palembang untuk segera mencabut perizinan tempat hiburan
malam Kenzo live singing hall Palembang karena diduga sudah beroperasi tetapi
belum memenuhi prosedur yang ada.
Kemudian meminta Walikota Palembang untuk segera menutup Kenzo live Palembang karena diduga banyaknya anak di bawah umur masuk dan mabuk – mabukan di Kenzo live Palembang yang dapat merusak pola pikir generasi Bangsa.

Pewarta : BUNYAMIN.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *