Mintak Polisi Segera Usut Tuntas Masalah Ini, Andi Leo, Aktivis Sumsel Beserta Para Temannya Dicap Radikal Oleh Oknum Tidak Bertanggung Jawab

Palembang – Bharindojakartaindonesia.com/ – Merasa tidak terima, seorang aktivis mahasiswa Sumsel, Andi Leo bersama para temannya dituduh (dicap) sebagai kelompok radikal menjelang kedatangan RI 2 di Bumi Sriwijaya pada tahun 2022.

Andi Leo, meminta pihak kepolisian segera usut tuntas kasus ini dan mencari oknum tidak bertanggung jawab yang sudah menyebarkan narasi fitnah, melalui media sosial (Medsos) akun Instagram (IG) yang mengatasnamakan Halimah Klarisya terkait dugaan pencemaran nama baik.

Terkait pencemaran nama baik dirinya, aktivis mahasiswa Sumsel Andi Leo mengatakan, semalam sekitar pukul 22.00 Wib Selasa (04/07/23), Andi mendapat kiriman foto dari temannya, disitu ada foto profil Andi dengan narasi tentang radikal.

Teman Andi mendapatkan sumbernya dari akun Instagram (IG), akun IG itu nge DM (ngechat/ngobrol,red) salah satu akun medsos di Kayu Agung. Selanjutnya dikirimlah foto itu melalui medsos akun palsu mengatasnamakan (Halimah Klarisya) dimana akun tersebut minta diviralkan.

“Kebetulan yang menanggapi obrolan akun palsu tersebut, salah satunya adalah teman saya melalui akunnya. Oleh teman saya, foto yang disebar itu dikirimkanlah ke saya (korban Andi Leo,red), ketika ditelusuri akun yang menyebarkan profil saya tersebut adalah akun palsu, tapi yang kita tahu foto paskah kejadian itu tahun kemarin, dimana Wakil Presiden datang ke Palembang, yang punya foto itu diduga oknum dari kepolisian. Sangat disayangkan kenapa foto itu bisa tersebar, terus oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut, menyebarkan foto itu maksud dan tujuannya untuk apa,” ungkap Andi Leo.

Menurut Andi, secara pribadi merasa hal itu termasuk keranah pidana yakni pencemaran nama baik atau perbuatan yang tidak menyenangkan.

“Apa lagi saya di cap sebagai golongan atau kelompok radikal, padahal kita selama ini melakukan aksi masih sewajarnya, tidak pernah merusak dan macam-macam, kalau ada gesekan sedikit, ya wajarlah, namanya juga aksi menyampaikan aspirasi dari masyarakat, semua itu tidak ada kepentingan pribadi dan kepentingan individu,” jelas Andi saat di konfirmasi awak media, Rabu (05/07/23).

Dalam kasus ini, Andi sangat berharap sekali kepada Aparat Penegak Hukum (APH), dalam hal ini, agar bisa membantu untuk menelusuri kasus tersebut sampai tuntas jangan ada pembiaran.

“Dari kami akan ada tindak lanjut, entah itu berupa laporan karena pencemaran nama baik, sedangkan langkah hukum masih disusun sama tim kuasa hukum. Saya sangat menyayangkan atas penyebaran isu ini, kita benar-benar melakukan aksi untuk masyarakat, tiba-tiba ada isu generasi kelompok radikal, yang mengatasnamakan mahasiswa. Padahal kita tahu aksi kita ini benar-benar dari mahasiswa. Sebenarnya atas penyebaran isu ini saya mau minta klarifikasi, tapi saya bingung mau klarifikasi sama siapa?,” kata Andi.

Penyebar isu tersebut tidak jelas siapa orangnya dan beralamat dimana, namun data tersebut dapat diduga keluar dari Polrestabes Palembang.

“Ya, secepatnya akan kami pertanyakan ke Polrestabes Palembang kenapa data tersebut bisa bocor keluar, sehingga bisa dipergunakan oleh oknum tidak bertanggung jawab,” ujar aktivis mahasiswa tersebut.

Masih menurut Andi, dalam penyebaran isu ini, bukan main-main apalagi sudah masuk hal yang berbahaya (radikal.red) karena sudah mengganggu keamanan negara atau perbuatan ekstrem.

“Pokoknya, kami tidak terima dalam isu ini saya dan teman-teman dikatakan sebagai kelompok radikal,” tegas Andi akhiri pembicaraan.

Pewarta: Lily

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *