Sakit Tak Sembuh-Sembuh Ibu Rumah Tangga (IRT) Gantung Diri.

Serdang Bedagai-Bharindojakartaindonesia.com/- Sakit yang tak kunjung sembuh, seorang ibu rumah tangga (IRT) nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di ruang tamu rumahnya di Dusun II Desa Marubun Kecamatan Sipispis Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), provinsi Sumatera Utara  kejadian ini terjadi pada hari Kamis (20 Juli 2003) sekira pukul 06.00 WIB.

Dari saksi- saksi menyatakan bahwa ibu rumah tangga ini mengalami sakit asam lambung dan asam urat yang tak kunjung sembuh sehingga membuat dirinya putus asa dan mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,” ungkap Kapolsek Sipispis AKP Gunawan Efendi, S.H melalui Kasi Humas Polres Tebing Tinggi Agus Arianto kepada awak media.

Korban bernama Supiah (50) pertama kali ditemukan putrinya Nur Aisah (17) saat bangun pagi kemudian keluar kamar dan melihat Ibunya diruang tamu telah tergantung dengan posisi leher terikat tali tambang di tiang kayu galangan  rumah dengan jarak kaki ke lantai sekira 30 cm.

“Putri korban yang menemukan pertama kali sudah tergantung tali tambang diruang tamu rumahnya,” kata Kasi Humas.

Setelah melihat Ibunya gantung diri, Nur Aisah berteriak serta menangis sehingga abangnya Surya Pratama (20) terbangun dan keluar dari kamar menuju ruang tamu.

Melihat kejadian tersebut Surya langsung memeluk dan mengangkat tubuh Ibunya namun sudah meninggal dunia.

“Selanjutnya Surya mengatakan kepada Nur Aisah untuk mengambil pisau kerumah neneknya yang tidak jauh dari rumah korban untuk memutuskan tali yang terikat di tiang kayu guna menurunkan Ibu mereka lalu meletakkan jenazah dilantai ruang tamu. Dan sekira pukul 07.00 WIB, suami korban Supriadi (50) pulang dari tempat kerja dan melihat Istrinya sudah dalam posisi terbaring di lantai dengan kondisi meninggal dunia,” jelas AKP Agus Arianto.

Menurut Agus, setelah kejadian perangkat Desa Marubun langsung menghubungi Bhabinkamtibmas Polsek Sipispis yang turun ke lokasi bersama Kanit Reskrim Polsek Sipispis Ipda Alpan SH, Ka SPKT Polres Tebing Tinggi Ipda Syawaluddin beserta anggota dan personel Piket Fungsi Polres Tebing Tinggi, Tim inafis Polres Tebing Tinggi, personel Piket SPKT dan Piket Reskrim Polsek Sipispis dan Tim Medis Puskesmas Sipisis.

“Petugas langsung melakukan penyelidikan dan olah TKP serta visum luar. Atas permintaan keluarga korban yang disertai dengan surat pernyataan, polisi tidak melakukan autopsi terhadap jenazah korban, keluarga korban menerima kejadian tersebut dan menganggap adalah musibah,” ungkapnya.

Pewarta : Farman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *