Dandim 1303 Bolmong Hadiri Rapat koordinasi PT BDL dan Pemkab Bolmong

Bolmong-BharindoJakartaIndonesia.com/Bolmong-Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow gelar kegiatan rapat koordinasi dengan pihak PT. Bulawan Daya Lestari (BDL), terkait penertiban Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah konsesi perusahaan.

Kegiatan Rakor tersebut  di gelar di Hotel Sutan Raja, Selasa (01/8/2023) dihadiri  Sekretaris Daerah (Sekda) Bolmong Tahlis Gallang mewakili Pj.Bupati Bolaang Ir Limi Mokodompit.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut Dandim 1303 Bolmong Letkol Infanteri Topan Angker,S.Sos, Asisten I Deker Rompas, Kapolres Kota Kotamobagu Dasveri Abdi, Kapolres Bolmong Arianto Salkery dan Forkopimcam Dumoga serta para Sangadi dari Desa Mopait, Desa Toruakat, dan Desa Kana’an.

Adapun pembahasan dalam kegiatan Rakor tersebut menyangkut beberapa persoalan kaitan dengan pihak perusahaan dan juga masyarakat lingkar tambang.

Pemerintah Daerah Bolaang Mongondow dalam pembahasan Rakor tersebut menyikapi dengan menyampaikan beberapa hal yang harus dilakukan oleh pihak PT. BDL yang disampaikan langsung oleh Sekda Bolmong antara lain yakni, agar PT BDL segera lakukan pendekatan dengan masyarakat lingkar tambang melalui kepala desa atau sangadi yang ada di wilayah lingkar tambang.

Pihak perusahaan diharapkan agar dapat menyerap aspirasi masyarakat teruatama tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR),” ucap Tahlis.

Selain menyarankan untuk mengikat masyarakat lingkar tambang, Tahlis juga memberikan pandangan positif atas kehadiran PT. BDL, dimana dengan adanya perusahaan tentu mendatangkan keuntungan bagi masyarakat lingkar tambang.

Dengan adanya dokumen sah yang dimiliki oleh pihak PT. BDL, pasti akan bernilai positif bagi PAD Pemkab Bolmong, akan tetapi pihak pemerintah Daerah lebih memfokuskan pada kepentingan masyarakat lingkar tambang, oleh karena itu sinergitas dan koordinasi sangatlah penting guna kepentingan kita bersama.

Dalam kesempatan ini juga Tahlis mengungkapkan beberapa hal yang wajib diperhatikan oleh PT BDL.

“Pertama, Bolmong adalah lumbung padi tertinggi di Sulawesi Utara, jadi kami berusaha mempertahankan produksinya karena merupakan jantung produksi beras di Sulut.

Kedua yakni wajib memperhatikan ketenagakerjaan. Yaitu dengan menjual SDM terutama mereka yang ada di lingkar tambang, karena fungsi pengawasan baik masyarakat maupun sangadi dan camat juga akan terlibat. Maka diharapkan kebijakan nantinya lebih mengutamakan masyarakat lingkar tambang dan putra daerah. Dan yang ketiga adalah penanganan PETI, diharapkan dilakukan secara preventif dan humanis serta melibatkan kearifan lokal yaitu motto daerah kita Bolaancg Mongondow, dan yang terakhir masalah lingkungan hidup juga harus diperhatikan. Ujar Sekda Bolmong.

(R01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *