Burhanudin Meminta Inspektorat Terus  Dampingi Laporan Keuangan Dan Pengawasan Desa Di Kabupaten Beltim

Manggar Beltim – Bharindojakartaindonesia.com/– Dalam rangka untuk mendukung Program Percotohan Desa Anti Korupsi, Kepala Desa Mekar Jaya Kecamatan Manggar Syamsudin menandatangani Pakta Integritas Komitmen Anti Korupsi di Ruang Rapat Bupati Belitung Timur, Selasa (8/8/23).

Pelaksanaan Penandatanganan disaksikan oleh Bupati Beltim Burhanudin, Sekretaris Daerah Ikhwan Fachrozi, Inspektur Heryanto, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Ronny Setiawan, Kepala Bidang E-Government Diskominfo Beltim Caesar Friady Melawandri, Camat Manggar Heri Susanto serta undangan.

Bupati Belitung Timur Burhanudin meminta Desa Mekar Jaya dapat menempelkan pesan-pesan anti korupsi di meja ataupun di ruangan agar kepala desa dan seluruh aparatur selalu ingat dan mawas diri dengan perilaku anti korupsi.

“Buatlah itu tulisan atau spanduk kecil. Jadi biar kita bisa saling mengingatkan dan selalu memegang budaya anti korupsi ini,” pesan Burhanudin sesuai penandatanganan Komitmen Desa Anti Korupsi.

Aan juga meminta kepada Inpektorat untuk terus melakukan pendampingan laporan keuangan maupun pengawasan, baik ke Desa Mekar Jaya maupun desa-desa lain di Kabupaten Beltim.       

“Jadi nanti inspektorat, melalui Inspektur pembantu dapat turun ke desa-desa untuk membantu. Bukan untuk ngorek-ngorek kesalahan desa tapi bagaimana untuk melakukan pembinaan,” ujar Aan.

Lebih lanjut juga Aan meminta Dinas terkait lainnya untuk melakukan pembinaan terutama terkait sistem pengarsipan di Desa. Terutama yang berkaitan data kepemilikan tanah. Hal ini untuk meminilisir terjadinya tumpang tindih lahan atau masalah lain di kemudian hari.

“Desa itu harus punya ruangan khusus arsip. Untuk data keuangan, kepemilikan tanah hingga aset. Sehingga tertata dengan baik,” kata Aan.

Sementara itu, Kepada Diskominfo Beltim, Syamsudin mengatakan menjadi Desa Percontohan Anti Korupsi sangat berat. Meski begitu sebagai kepala pemerintahan dia akan menjalankannya dengan sungguh-sungguh.

“Kami berharap ini bukan sekedar untuk main-main, karena ini berkaitan dengan akhlak. Namun kami akan sepenuhnya berupaya,” kata Syamsudin.

Sebagai Kepala Desa pertama Mekar Jaya, Syamsudin mengungkapkan semua harus dibangun dari awal, mulai dari Kantor Desa yang rusak, peralatan yang tidak memadai hingga harus bekerja di luar jam kerja. Semua dilakukan karena komitmen untuk membangun desa.

“Memang harus tahan godaan untuk menuju Desa Anti Korupsi. Namun niat kami membangun, dan harapan kami bisa membangun pemerintahan desa yang bebas dari budaya korupsi,” ungkap Syamsudin.

Lebih lanjut Syamsudin mengakui kendala tetap saja ada namun berkat dukungan penuh dari Bupati dan jajaran di Pemkab Beltim, Dia optimis penilaian untuk menjadi Percontohan Desa Anti Korupsi dapat optimal.

“Sekali lagi mohon dukungannya pembinaannya. Yang paling penting kalaupun ada salah-salah sedikit ya mohon nanti segera ditegur Jangan didiamkan kami tidak pernah merasa tersinggung kalau ada temuan dari inspektorat akan memperbaiki itu,” ujar Syamsudin.

(TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *