Pelaku Pengoplosan Gas Berhasil Diringkus Ditreskrimsus Polda Sumsel

Palembang – Bharindojakartaindonesia.com/- Unit 4 Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Sumsel di pimpin langsung Kasubdit I Indagsi AKBP Bagus Suryo Wibowo SIK dan Panit 4 Subdit I Indagsi Ipda Hendri Prayudha SH MSi dan tim kembali melakukan penggerebekan terhadap gudang pengoplosan tabung gas elpiji, pada Selasa (25/7/23) yang lalu.

Dari hasil penggerebekan tersebut, polisi berhasil menyita barang bukti ratusan tabung gas, 1 mobil grandmax, dan mengamankan 1 pelaku berinisial SW warga Dusun I Desa Cinta Kasih Kecamatan Belimbing Kabupaten Muara Enim provinsi Sumatera Selatan.

Wadir Reskrimsus Polda Sumsel AKBP Putu Yudha Prawira didampingi Kasubbid Penmas AKBP Yenny dan Kasubbid 1 Indagsi AKBP Bagus Surya mengatakan, bahwa tersangka SW bukan merupakan agen atau pangkalan gas LPG.

Tersangka SW saat mempraktekkan cara mengoplos tabung gas LPG
Tersangka SW saat mempraktekkan cara mengoplos tabung gas LPG
“Tersangka SW ini bukan agen gas elpiji, dan juga tersangka tidak memiliki izin dalam hal pengangkutan, penyimpanan, dan niaga serta pengolahan gas LPG bersubsidi 3kg bersubsidi,” ujarnya saat konferensi pers, Rabu (9/8/23).

Menurut AKBP Putu, tersangka SW sudah menjalankan usaha gas LPG 3 kg bersubsidi dan 12 kg sudah 2 dua tahun, namun untuk kegiatan pengoplosan tabung gas LPG dari 3 kg bersubsidi ke 12 kg sudah berjalan selama 1 bulan.

“Untuk marketnya sendiri, SW menjual gas LPG 3 kg bersubsidi dan 12 kg, ke toko indomaret dan toko-toko di Kawasan kabupaten Pali dan kabupaten Muara Enim,” jelasnya.

Tersangka SW mengoplos tabung gas LPG 12 kg membutuhkan bahan berupa gas LPG 3 kg bersubsidi sebanyak 4 tabung, es batu sebagai media untuk mendinginkan suhu dan menambah daya turun gas, rubber seal, seal cap, serta yang terpenting adalah alat penyuntik (transfer) gas dan timbangan.

Modal yang di butuhkan untuk mengoplos tabung gas 12 kg sebesar Rp 18.000 x 4 tabung = Rp 72.000, setelah menjadi tabung 12 kg baru dapat di jual seharga Rp 200.000, sehingga keuntungan yang sangka peroleh sebesar Rp 128.000 per tabung.

Dari pengakuan tersangka, dalam satu minggu dapat memproduksi 10 tabung gas LPG 12 kg, sehingga dalam satu bulan dapat memproduksi tabung gas LPG 12 sebanyak 40 tabung. Dan keuntungan yang diperoleh oleh tersangka SW dalam sebulan mencapai Rp 5.120.000.

“Tersangka SW akan di jerat dengan Pasal 55 UU RI Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang telah dirubah dengan Pasal 40 angka 9 UU RI Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Cipta Kerja, ancaman hukuman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan pidana denda paling banyak Rp 60 Milyar,” tegasnya.

“Dan tersangka SW juga akan di kenakan 2 Pasal 62 ayat (1) Jo. Pasal 8 ayat (1) huruf b dan undang-undang RI Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, ancaman hukuman idana penjara paling lama 5 tahun atau pidana denda paling banyak RP 2 Milyar,” tutup Wadir Krimsus AKBP Putu Yudha.

Sementara itu, saat di wawancarai awak media, tersangka SW mengaku belajar cara mengoplos tabung gas LPG tersebut melalui YouTube.

Pewarta : Ly

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *