LSM Pembela Suara Rakyat(PSR) Mendesak Kejati Sumsel, Usut Tuntas Adanya Dugaan Indikasi Korupsi Di lingkungan pendidikan Kota Palembang.

Palembang,Bharindojakartaindonesia.com/-
Mendesak Pemberantasan Korupsi yang dilaksanakan oleh Pembela Suara Rakyat ( PSR) di kantor Kejaksaan Tinggi Sumsel  dalam rangka menyuarakan aspirasi mendukung Kejaksaan dalam Pemberantasan Korupsi di Republik Indonesia, khususnya Pendidikan di Kota Palembang, Sumatera Selatan pada, Senin ( 21/08/2023)

Hal ini sebagaimana terlihat di lapangan, Aan Hanafiah selaku Ketua DPD LSM Pembela Suara Rakyat yang didampingi Yudhi (korlap)  turut menjelaskan bahwa aksi kali ini digelar di Kantor Kejati Sumatra Selatan.

Selain itu PSR juga melaporkan adanya dugaan indikasi suap menyuap atau menerima uang pelicin terkait pelantikan
sebanyak 128 Kepala Sekolah tingkat TK, SD, SMP Kota Palembang di Bulan September 2022 lalu.

“LSM Pembela Suara Rakyat (PSR) dalam hal ini berdasarkan Undang – Undang Nomor 9 Tahun 1998 Tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum Baik lisan dan tulisan sebagainya Secara Bertanggung Jawab Dan berpedoman pada Peraturan Pemerintah No 71 Tahun 2000 Tentang Tata Cara Peran Serta Masyarakat Dalam PencegahanTindak Pidana Korupsi maka PSR menggelar aksi unjuk rasa menyampaikan Aspirasi Pendapat di muka umum dihalaman depan gedung Kejati Sumsel,” tegas Aan.

Selain itu, Aan juga mengatakan jika Berdasarkan juga pada Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 12 Tahun 2021 Tentang  Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dan Peraturan Walikota  (PERWALI) Kota Palembang Nomor 9 Tahun 2022 tentang Kode Etik Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kota Palembang maka LSM PSR menyatakan yaitu :

– Meminta Kajati Sumsel segera memerintahkan Kasi C dan Kasi Pidsus:
1.Segera Jemput paksa Mantan Kadisdik kota Palembang berisianal Mr Z( Zulianto) dugaan panyalahgunakan Wewenang dan (gratifikasi) Menerima (uang pelicin ) pengkondisian jabatan Kepala Sekolah terkait Pelantikan 128 kepala sekolah tingkat TK, tingkat SD dan tingkat SMP kota Palembang pada bulan September 2022.

Segera Tangkap Mantan Kadisdik kota Palembang berisianal Mr Z( Zulianto) dan dua orang Perpanjangan Tangannya
Berinisial ( Mr Maju Simajuntak dan Wahyuni) dugaan Penyalahgunakan
Wewenang dan (gratifikasi) Menerima (uang pelicin ) pengkondisian jabatan Kepala Sekolah terkait Pelantikan 128 kepala sekolah tingkat TK, tingkat SD dan tingkat SMP kota Palembang pada bulan September 2022.

Segera Tangkap Kepala BKD kota Pelembang diduga Melakukan Penyalahgunaan Wewenang Jabatan Pengkondisian Terbit SK
Sebanyak 132 (Berkembang 4 SK)
Terkait Pelantikan 128 Kepala Sekolah Tingkat TK, SD, SMP Kota Palembang Pada September Tahun 2022 Lalu.

-Minta Tim Penyidik Segera Usut dan Periksa :

1.Segera Periksa Rekening Pribadinya  berisinial Maju simajuntak dan Wahyuni
2.Segera Periksa Rekening Yayasan PGRi Provinsi Sumsel  Wahyuni sebagai Bendara.
3.Periksa Juga Rekening Bendahara MKK SMP kota Palembang
   
4.Segera Periksa Rekening Mantan Kepala Sekolah SMP N. 19 Palembang
Maju Simanjuntak dan Saat ini Menjabati Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Kota Palembang.

Surat yang masuk ke PTSP Kejati Sumsel akan segera dilanjuti secara tulisan atau lisan, akan dilaporkan kepada Pimpinan
lisan ,tutup

Pewarta : Bunyamin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *