Juru Sita Kena Lemparan Kotoran! Eksekusi SPBU Simpanglimun Ricuh

Medan – Bharindojakartaindonesia.com/ – kericuhan Mewarnai Eksekusi Lahan dan Bangunan Di SPBU Simpang Limun Jln Sisinga magaraja Kota Medan Senin 21/08/23.

Juru sita Pengadilan Negeri Medan tiba di lokasi bersama sejumlah aparat kepolisian kedatangan Mereka Di sambut Puluhan Orang yang Mengaku Pemilik SPBU tersebut seorang Juru sita membacakan Putusan Pengeksekusian tersebut, Ia di kawal aparat kepolisian yaitu Melakukan Pengeksekusian Pengosongan Terkait. kata Juru sita Di tengah membacakan putusan itu, tiba tiba Ada seorang Pria Mendekat dan langsung melewati Juru sita Dengan Kotoran Manusia. Seketika Suasana kisruh dan Pria itu Langsung di Amankan angita kepolisian. Jangan bertindak yang tidak ada Kepentingan kami imbau kepada Bapak bapak ibu ibu yang tidak punya Kepentingan Pada siang ini tidak terlibat. Kata seorang Petugas melalui Pelantam Suara. Kemudian. Petugas petugas Mengeksekusi dan menosongkan isi bangunan di SPBU Itu Pemilik SPBU bernama RosdianaTamba hanya bisa Pasrah melihat Lahan Dan Bangunannya di kosongkan Petugas.

Menurut Rosdiana e kk sesuai lahan dan bangunannya kurang lebih 799 meter persegi itu sepihak. Sebab saat ini ia masih melakukan Kasasi ke mahkamah Agung Atas putusan Pengadilan Negeri kota medan ia menceritakan sengketa itu bermula dari Pinjaman nya di Beng sumut. Rp. 4.2.miliar . Kasasi masih berjalan ko di eksekusi utang saya tingal satu miliar rupiah kata Rosdiana. Senin. Menurutnya setelah ada putusan pengadilan bahwa aset itu di sita. Langsung mengajukan Kasasi. Tiba tiba secara sepihak Beng sumut melakukan Pelelangan tanah dan bangunan miliknya itu kepada Pihak lain dengan nilai. 5.3.miliar mana sisa uang saya kenapa pada waktu Pelelangan juga saya ngga tau. Ku bayar sisa satu miliar ngga mau di Terima tiba tiba di lelang Aneh sebut nya.

Beli Lahan. Lelang.
Bangunan dan lahan bekas SPBU Simpang Limun di eksekusi Juru sita Pengadilan Negeri Medan eksekusi tersebut di lakukan Karena Pemilik Awal berna Roafiana Memeliki yayang ke Beng sumut dan berakhir di pengadilan.menurut okta vivilia. Kuasa hukum pemilik yang Baru suda di beli oleh klenya lahan dan bangunan yang telah di eksekusi itu telah di beli sama klenya yang bernama Herman Arbi dengan harga 5.355 miliar. Tanah dan bangunan itu di dapat dari pelayanan kekayaan Negara dan Lelang atau KPKNL Eksekusi objek lelang.

Setau saya suda selesai Balik Nama. Segala hukum apa pun kita tidak ikut terlibat karna kita suda selesai sebagai pemenang lelang kata okta. Senin ia menyampaikan. Pemilik akan baru membangun SPBU di lokasi itu jadi suda clear sampai di lakukan eksekusi pada hari ini . Katanya Kepada Media Bharindo jakarta Indonesia.

Az. 78. (tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *