Peran Serta Baznas Kotamobagu Dalam Membantu Masyarakat Stunting

BharindoJakartaIndonesia.com/ – Kotamobagu – Kamis,24/08/2023. Keberadaan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) yang merupakan lembaga nonstruktural yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang No 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat sangat membantu pemerintah dalam keikutsertaanya mengurangi permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat khususnya masyarakat kalangan bawah.

Pembentukan BAZNAS pertama kali ditetapkan dengan Keputusan Presiden No 8 Tahun 2001 tentang Badan Amil Zakat Nasional sesuai amanat Undang-Undang No 38 Tahun 1999 tentang Pengelolaan Zakat yang berlaku saat itu, Setelah perubahan regulasi BAZNAS berstatus sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang bersifat mandiri dan bertanggung jawab kepada Presiden melalui Menteri Agama.

BAZNAS merupakan satu di antara sedikit lembaga nonstruktural yang memberi kontribusi kepada negara di bidang pembangunan kesejahteraan masyarakat dan penanggulangan kemiskinan melalui pengelolaan dana zakat.

BAZNAS mendapat bantuan pembiayaan dari APBN sesuai ketentuan perundang-undangan, namun manfaat yang diberikan BAZNAS kepada negara dan bangsa jauh lebih besar. Dikaitkan dengan amanat UUD 1945 pasal 34 bahwa “fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara”, maka peran BAZNAS sangat menunjang tugas negara.

Oleh karena peran BAZNAS sebagai penyedia bantuan jaminan sosial bagi fakir miskin di tanah air kita. Kehadiran lembaga ini menopang tugas negara dalam mensejahterakan masyarakat, sehingga sewajarnya disokong oleh pemerintah.

Sebagaimana yang dilakukan oleh BAZNAS Kota kotamobagu, dengan program pedulinya, (BAZNAS) Kota Kotamobagu membebaskan satu lagi pasien keluarga pra sejahtera dari rumah sakit. Pasien kali ini merupakan bayi berusia 7 bulan yang ditinggal orang tuanya dan terindikasi stunting (gizi buruk). BAZNAS Kota Kotamobagu langsung turun menangani biaya rumah sakit pasien tersebut beberapa waktu lalu.

Ketua BAZNAS Kota Kotamobagu, Jainudin SP ME, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, penanganan kasus stunting bukan saja tugas pemerintah, melainkan sudah menjadi tanggung jawab kita bersama.

“Kelihatannya stunting ini masalah yang sepele, namun dampaknya bisa luar biasa, karena dapat menghilangkan satu generasi bangsa. Kami di BAZNAS juga turut mendukung upaya pemerintah dalam pencegahan dan penanganan stunting di daerah, khususnya di Kota Kotamobagu”, jelasnya.

Namun demikian Jainudin berharap, pihak pemerintah, dinas terkait dan para stake holder untuk turut aktif membangun koordinasi, sehingga penanganannya bisa lebih efektif.

“Semoga berikutnya kita bisa membangun koordinasi lintas sektoral dengan para pemangku kepentingan, agar BAZNAS juga turut dilibatkan dalam penanganan kasus ini. Kami selalu siap bekerjasama. Mari kedepankan sisi kemanusiaannya”, harap Jain, panggilan akrabnya.

Sebelumnya, Mei lalu BAZNAS Kota Kotamobagu juga membebaskan pasien keluarga pra sejahtera yang tertahan selama beberapa hari di rumah sakit karena ketiadaan biaya.

(R01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *