BNN Jateng Gagalkan Transaksi 1.000 Gram Sabu Senilai Rp.1 Miliar, Modus Baru dari Aceh Dikirim ke Solo via Bandara

Sabtu, (9/9/2023).
Bharindojakartaindonesia.com/ – Jateng – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah mengamankan 1.000 gram sabu senilai Rp.1 miliar dari tangan seorang kurir asal Aceh dan penerima asal Solo.
BNN menaruh perhatian khusus pada kasus ini, karena cara transaksinya yang tergolong baru, yakni melalui bandara yang notabene memiliki sistem pengamanan superketat. 

Kepala BNN Jateng Brigjen Pol Heru Pranoto mengatakan,” penangkapan seorang kurir sabu bernama Zainal Abidin, 40, thn dan penerima paket, Resna Novianto, 30, thn asal Jebres, Solo dilakukan pada 25 Agustus lalu.
Mereka ditangkap bersama dengan paket sabu seberat 1.000 gram.

Penangkapan bermula dari informasi yang masuk BNN Jateng jika ada transaksi narkoba yang dilakukan di sekitar Bandara Adi Soemarmo.
Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti dengan dibentuknya tim gabungan dari BNN Jateng dan BNN Solo.

Tim kemudian berhasil mengamankan kedua pelaku beserta barang bukti berupa sabu di sebuah warung kopi di Desa Sindon RT 01 RW 01, Ngemplak, Boyolali pada pukul 11.30 WIB.

“Kita tindak lanjuti laporan tersebut dan ternyata benar. Barang itu dibawa dari Bandara Soekarno-Hatta Cengakareng menuju ke Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo,” tutur Heru dalam konferensi pers di kantor BNN Solo.
Jumat, (8/9/2023) siang kemarin.

Dari hasil penyidikan, kurir sabu yang berasal dari Aceh itu mengaku mendapat barang haram tersebut dari daerah asalnya, untuk dikirimkan dari Jakarta menuju Solo. Kurir sabu yang mengaku baru sekali melakukan aksinya itu dibayar Rp.30 juta, untuk sekali mengirim paket sabu sebesar 1 kilogram tersebut.

BNN Jateng yang masih meragukan pengakuan pelaku, akan terus melakukan pendalaman. Heru mengatakan,” pihaknya juga bakal berkoordinasi dengan BNN Aceh, menimbang asal peredaran barang haram tersebut. Apalagi, aksi pelaku ini merupakan modus baru, di mana pengiriman dilakukan melalui transportasi udara.

“Barang sabu 1 kg itu disimpan dalam tas, dimasukkan pada kemasan teh, dan dibungkus koran. Kami akan koordinasi dengan BNN Aceh untuk mengungkap pemilik barang ini, Sejauh ini, hal ini salah satu tangkapan terbesar di Jateng,” kata Heru. 

Selain melacak asal sabu, BNN Jateng juga akan melacak peredaran barang haram tersebut. Dengan berkoordinasi dengan pemangku-pemangku wilayah untuk meningkatkan kewaspadaan.

Sementara untuk pelaku, selain akan disangkakan dengan pasal yang memberatkan, BNN Jateng juga bakal menelusuri dugaan tindak pencucian uang dan bakal memiskinkan pelaku jika terbukti melakukan pencucian uang.

“Pelaku dikenakan Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2), dan Pasal 132 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Ancamannya minimal 5 tahun penjara dan maksimal hukuman mati. Kami juga akan mengandeng PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan) untuk menelusuri harta pelaku untuk diblokir rekeningnya dan dimiskinkan,” tegas dia

Sementara itu, wakil wali Kota Solo Teguh Prakosa yang hadir dalam jumpa pers.
jum’at, (8/9/2023).
mengapresiasi kinerja BNN karena berhasil mengamankan transaksi sabu yang hendak masuk wilayah Solo.
Teguh siap berkolaborasi dengan BNN untuk melakukan langkah antisipasi-antisipasi terhadap peredaran narkoba di Kota Bengawan.

“Kami berharap banyak pada BNN dan Angkasa Pura, ke depan bisa lebih canggih lagi dalam mendeteksi. Pemkot Solo juga akan meningkatkan kewaspadaan dengan adanya temuan ini.
Karena penerima paketnya orang Jebres, maka harus kita telusuri lagi ke depannya,” papar Teguh. 

(ria/awi/One)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *