PMD KABUPATEN KAPUAS GELAR KEGIATAN PEMBINAAN KADER PEMBANGUNAN MANUSIA (KPM) LOKUS STUNTING TH 2023.

Absensi kehadiran peserta Pembinanaan KPM, Kamis (06/09/2023).

Kuala Kapuas, Bharindojakartaindonesia.com/- Bertempat di Aula Hotel Pemuda Kuala Kapuas, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Desa (DPMD) Kab. Kapuas menggelar Pembinaan Kader Pembangunan Manusia (KPM) Tahun 2023.

Kegiatan ini berlangsung dari tanggal 05 – 06 September 2023, dalam rangka Percepatan Penurunan Angka Stunting.di Wilayah Kab. Kapuas.

Hal tsb, diutarakan Sekretaris Dinas PMD Kab. Kapuas, Slamet Sentosa, SH., Ketika diwawancarai sejumlah awak media, disela sela kegiatan. Rabu (06/09/2023).

Menurut Slamet Sentosa, SH, bahwa kegiatan ini diadakan untuk mempercepat penurunan angka stunting di Kabupaten Kapuas.

Maka dari itu pihaknya melakukan pembinaan ini kepada Kader Pembangunan Manusia (KPM) dalam upaya untuk mengatasi kasus stunting tsb,

dan lokasi fokus (lokus) untuk wilayah tertentu yang tersebar di 14  Kecamatan dan 48 Desa/Kel, berdasarkan data yang ada, “imbuhnya.

Terkait ini, untuk  pencegahan kasus stunting maka penanganan Posyandu fungsinya harus ditingkatkan,

Pihak Pemdes diminta untuk selalu memperhatikan keberadaan tempat serta kegiatan Posyandu,

Suasana kegiatan pembinaan Kader Pembangunan Manusia (KPM) betlangsung di Hotel Pemuda Kuala Kapuas, Kamis (06/09/2023).

Sehubungan dengan pembinaan KPM ini, pihaknya minta Pemdes benar benar dapat mengupayakan untuk memfasilitasi tempat,

seperti mengkondisikan suatu tempat tertentu, membangun Posyandu di setiap titik kegiatan untuk penanggulangan stunting,

Karena fungsinya jelas sebagai sarana  kegiatan Posyandu, dikatakan juga kalau belum punya tempat  lazimnya kegiatan Posyandu menopang dikediaman Ketua Rukun Tetangga (RT) atau Rukun Warga (RW),

Namun atas kesepahaman tempat pinjam pakai sewaktu waktu sepert itu,  menurutnya tidak masalah kalau pihak petugas Posyandu memberikan imbalan berupa insentif guna sebagai uang kebersihan,

dan Pemdes harus berterima kasih, “Imbuhnya, dan malu kalau mempersoalkan semacam itu, “Demikian ucap Slamet Sentosa,

Ketika menimpali adanya pihak Pemdes yang ditengarai  mempermasalahkan kader Posyandu melaksanakan sikap kooperatif semacam itu kepada pihak RT atas tempat yang dipinjam.

Apalagi dana itu dari kader yang ikhlas dan sukarela,
Sebenarnya pihak Pemdes katanya malu dengan adanya dana Dana Desa belum mampu membangun Posyandu sebab itu merupakan kebutuhan.

Jangan juga dana dianggarkan terlalu banyak untuk  SPPD nanti bisa jadi temuan kalau peruntukkannya tidak sesuai, yah sisihkanlah untuk fasilitas Posyandu, masa sedikit2 berurusan menggunakan SPPD, “katanya.

SEBANYAK 10 KADER KPM DESA/KELURAHAN TIDAK HADIR PADA GIAT PEMBINAAN KPM.

Diantara peserta kader PKM yang diundang sebanyak 48 Desa/Kelurahan, terdapat data 10 peserta PKM pada absensi tidak hadir, antara lain KPM Desa Tangirang, KPM Desa Tumbang Sirat,

KPM Desa Supang, KPM Desa Tumbang Puroh, KPM Desa Bulau Ngandung, KPM Desa Hurung Tabengan, semua dari Kec. Kapuas Hulu.

KPM Kelurahan Pulau Kupang, Kec. Bataguh, KPM Desa Sei Asem, Kec. Kapuas Hilir, KPM Desa Saka Mukti, Kec. Kapuas Murung, dan KPM Desa Katunjung, Kec. Mantangai.

Kegiatan pembinaan KPM yang berlangsung di hotel Pemuda dibuka oleh Asisten I Sekda Kab. Kapuas, Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Drs Ilham Anwar, M.Pd,

didampingi Sekretaris Dinas PMD Kab. Kapuas, Slamet Sentosa, SH. dihadiri juga oleh unsur Pimpinan OPD serta Instansi vertikal,

Turut hadir di acara ini, mewakili Kepala Kantor Kemenag RI Kab. Kapuas, H. Hasbullah, S.Ag., dan undangan lainnya..

Bertindak sebagai pamateri dari Dinas PMD, Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3APPKB)
Dinas Kesehatan Kab Kapuas, dan  Tim Kordinator Pendamping Desa Kab. Kapuas.Saat dikonfirmasi dengan adanya kegiatan tsb,

Sekretaris Dinas PMD mengatakan,
“Yah paling tidak dengan adanya pembinaan ini, diharapkan pemahamannya dapat ditingkatkan kapasitasnya, dan lebih aktif lagi terjun ke masyarakat,

dalam memberikan pemahaman tentang
Kesehatan anak, gizinya diperhatikan,
Supaya stunting tidak ada di desa itu, ” ungkap Slamet Sentosa, ketika mengakhiri wawancara dengan awak media,

Dmk (Ahza).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *