Jakor Minta Pj. Gubernur Sumsel Mundur Dari Jabatan,sebab kecewa Gaya pimpinannya.

PALEMBANG-bharindojakartaindonesia.com/- Dewan Pimpinan Jaringan Anti Korupsi (JAKOR) mendatangi kantor Gubernur Sumsel untuk melakukan aksi demo terkait persoalan kabut asap dan pernyataan sikap Pj. Gubernur yang sangat mengecewakan serta menyakitkan perasaan masyarakat Sumsel, Senin (23/10/23).

Fadrianto TH selaku koordinator aksi yang didampingi oleh RA. Wijaya saat orasi demonya mengatakan bahwa kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Sumatera Selatan khususnya Kota Palembang menyebabkan kondisi udara memburuk. Diduga Pj. Gubernur tidak melakukan penanganan kabut asap tersebut secara maksimal. Belum lagi ada pernyataan dari Pj. Gubernur di media terkait himbauan untuk stop boros beras dan mencari makanan alternatif,”tegasĀ  Fadrianto.

“Kami menduga Pj. Gubernur Sumsel tidak melakukan penanganan kabut asap secara maksimal karena terbukti dari banyaknya lahan dan hutan yang terbakar. Belum lagi ada pernyataan Pj. Gubernur yang mengatakan untuk tidak boros beras. Ini pernyataan yang memalukan. Ini sangat jelas, pernyataan itu mengecewakan dan bukan solusi atas mahalnya harga beras dan pangan lainnya,” jelas Fadrianto.

Fadrianto juga menambahkan, bahwa lembaganya meminta Pj. Gubernur Sumsel harus menjelaskan semua itu secara langsung dihadapan massa aksi tanpa diwakilkan karena yang bertanggung jawab atas penanganan Karhutlah dan pernyataan yang telah diucapkan di media itu adalah Pj. Gubernur.

Sebab Pj. Gubernur Sumsel di luar biasa, tidak mau menerima aksi kami ini dengan pergi diiringi iringan kurang lebih 10 mobil seperti iringan Presiden Republik Indonesia, luar biasa,” ujar Fadrianto.

Dalam aksinya, JAKOR meminta Pj. Gubernur Sumsel untuk secara maksimal menangani atau menanggulangi asap dan kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, JAKOR juga meminta pertanggungjawaban Pj. Gubernur Sumsel atas pernyataannya di media. Jika tidak JAKOR meminta Pj. Gubernur segera mundur dari jabatanya.

“Kami kecewa dengan gaya kepemimpinan Pj. Gubernur. Maka dari itu, kami dari JAKOR minta Pj. Gubernur Sumsel segera mundur dari jabatan karena telah menyinggung perasaan masyarakat,” imbuhnya.

Selain itu, Perwakilan Pemerintah Provinsi Sumsel, M. Iqbal AS selaku Kepala BPBD Sumsel saat menjumpai massa aksi JAKOR turut menyampaikan pendapatnya dengan mengatakan bahwa terkait kabut asap pihaknya sudah bekerja secara maksimal dengan bekerja sama pihak-pihak terkait dalam penanganan Karhutlah. Dan untuk menanggapi pernyataan Pj. Gubernur Sumsel dirinya akan segera menyampaikan apa yang disampaikan oleh JAKOR kepada pimpinan.

“Kami sangatlah mengapresiasi teman-teman aksi demo dalam menyampaikan aspirasinya terkait asap. Untuk penangan Karhutlah, kita dengan stakeholder terkait sudah melakukan tindakan yang maksimal dan alhamdulillah asap sudah berkurang. Untuk menanggapi pernyataan Pj. Gubernur tadi tentunya akan kita sampaikan kepada pimpinan,” pungkas Iqbal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *