Jaksa Akan Banding Atas Vonis 2 Tahun Yusrizki di Kasus BTS Kominfo

Minggu, (3 Maret 2024)
Bharindojakartaindonesia.com/-  JAKARTA —
Kejaksaan akan mengajukan banding atas vonis terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan BTS 4G BAKTI Kominfo M. Yusrizki Muliawan.
Banding diajukan karena vonis hakim lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU).
“Banding Insyaallah,” kata Kepala Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, Haryoko Ari Prabowo kepada media Bharindo Jakarta Indonesia. Minggu, (3/2/2024). Menurut pria yang akrab disapa Bowo itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) memiliki waktu maksimal tujuh hari untuk mengajukan banding.

Artinya, sejak dibacakan vonis pada (28 Februari 2024), banding maksimal diajukan 6 Maret 2024.
“Insyaallah sebelum puasa,” ungkapannya

Dibritakan sebelumnya, Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat memvonis terdakwa kasus korupsi infrastruktur BTS 4G, M Yusrizki Muliawan, dengan pidana dua tahun penjara dan denda senilai Rp.250 juta.

Pembacaan vonis dilakukan di PN Tindak Pidana Korupsi pada PN Jakarta Pusat
Rabu, (28/2/24). “Terhadap terdakwa (M Yusrizki Muliawan) dengan pidana penjara dua tahun dan denda Rp.250 juta,” kata Ketua majelis hakim Rianto Adam Pontoh saat sidang
Tak cuma pidana dan denda, Yusrizki juga dikenai sanksi uang pengganti senilai Rp.61 miliar.
Rianto mengatakan,” uang pengganti bisa diganti dengan uang atau aset Yusrizki yang telah disita negara.

Menurut Rianto, Yusrizki terlepas dari dakwaan primer.
Akan tetapi, Yusrizki tetap terbukti secara sah dan meyakinkan menurut hukum melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.

Sementara itu, JPU menuntut Yusrizki hukuman empat tahun enam bulan penjara
Selain pidana badan, Yusrizki juga dituntut membayar uang pengganti sejumlah Rp.61.179.000.000 dikurangkan dengan uang yang dikembalikan pada tahap persidangan sebesar Rp.4.779.000.000.
“Apabila terdakwa tidak memiliki harta yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka dijatuhkan dengan pidana penjara selama dua tahun dan tiga bulan,” ujar JPU, beberapa waktu lalu.

Menurut JPU, Yusrizki bersama-sama dengan mantan Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate dan sejumlah pelaku lainnya telah merugikan keuangan negara sebesar Rp.8,032 triliun dalam kasus BTS 4G.

Hal itu sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 2 Ayat 1 jo Pasal 18 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) jo Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.
Yusrizki juga dinilai telah menerima uang sebesar US$2,5 juta dan Rp.84,17 miliar dari sejumlah pihak. Akibatnya, negara mengalami kerugian keuangan negara sebesar Rp.8,032 triliun

      (hjrn/One)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *