Pro dan Kontra Belitung Chiese Internasional Festival

Tanjungpandan – Bharindojakartaindonesia com/- kegiatan Belitung chiese International Festival yang akan dibuka beberapa hari lagi dijalan sriwijaya Tanjungpandan,dan akan bertepatan dengan bulan suci ramadhan,menuai beberapa pro dan kontra dari berbagai kalangan masyarakat.

Menyikapi pro dan kontra dimasyarakan,Dirgan juru bicara sekelompok anak muda yang menamakan dirinya Anjelo Brodhers club menyatakan dukungannya untuk acara tersebut,guna meningkatkan pertumbuhan UMKM dan juga dunia pariwisata,walaupun begitu ada beberapa catatan yang perlu diperbaiki kedepannya.

” kita mendukung,kegiatan Belitung chiese internasional festival dalam rangka menghidupi umkm dan geliat pariwisata serta wujut toleransi antar umat beragama,dengan beberapa catatan yang perlu diperhatikan,pertama untk tahun berikutnya kegiatan ini diharapkan tidak dilaksanakan pada bulan suci ramadhan yg merupakan bulan yg sakral bagi umat muslim, kedua dilakukan sosialisasi jauh-jauh hari dan direncanakan secara matang,”papar Dirgan.

Dirgan juga mempertanyakan sumber dana dari kegiatan ini,kalau memang festival ini 100 persen tidak menggunakan APBD dan mengandalkan dana swasta,dirinya mengapresiasi dan menyambut baik kerja panitia kegiatan ini.

“Kalau ini tidak menggunakan APBD,kita menyambut baik dan mengapresiasi Festival tersebut,kalau menggunakan APBD ,tolong dijelaskan mata anggaran apa yang dipakai,jangan sampai ada rangkaian kegiatan ini dibayarkan dengan APBD perubahan 2024 dengan anggaran mendahului,jelas itu melanggar hukum dan bisa menjadi pidana,” jelas Dirgan.

Dirgan berharap,kegiatan ini akan berlangsung secara berkesinambungan setiap tahunnya dan selalu di evaluasi, sehingga menjadi lebih baik pada tahun-tahun berikutnya.

“Kita berharap kegiatan ini berkesinambungan dan bisa dianggarkan dengan APBD di tahun 2025,serta memperhatikan waktunya agar tidak dilaksanakan bertepatan dengan bulan ramadhan,karna dibulan ramadhan ada agenda tahunan yang dilaksanakan oleh sekelompok pemuda dan KNPI yang juga mengusung UMKM yaitu Endek Stret Market yg juga minim perhatian dari pemerintah,” harap dirgan.

“Jangan samapai acara final dan penutupan MTQ dikantor camat Tanjungpandan,tidak dihadiri bupati,subuh keliling juga tidak pernah dihadiri bupati,sementara acara ceng beng bupati hadir,biar berimbang dan juga terciptanya masyarakat harmonis dan toleransi antar umat beragama,dimulai dr pimpinan tertinggi daerah ini ,yaitu pj bupati Belitung,”pinta Dirgan.

(Den)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *