Operasi Pasar di Kabupaten Belitung Timur Jadi Incaran Emak- Emak

Manggar, Beltim – Bharindojakartaindonesia.com/– Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Belitung Timur, menggelar Operasi Pasar di Gedung Moestar Moes Kecamatan Damar dan Lapangan Segitiga Kecamatan Kelapa Kampit. Dalam operasi pasar yang dimulai pukul 08.00 ini, TPID menyiapkan dua ton beras bersubsidi.

Dan di tiga  tempat Operasi Pasar Murah yang digelar Pemerintah Kabupaten Belitung Timur, diserbu oleh ratusan ibu-ibu, Kamis (7/3/24) Pagi. Dan tidak sampai satu jam stok beras sebanyak 7 ton habis terjual.

Sedangkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distangan) Kabupaten Beltim menggelar Gerakan Ketahanan Pangan. Di operasi yang berlangsung di depan Kantor Camat Manggar ini Distangan menyiapkan 5 ton beras bersubsidi.

Banyaknya warga yang ingin membeli beras bersubsidi ini lantaran harga per kilogramnya hanya Rp10.600. Saat operasi pasar dijual Rp53 ribu untuk setiap karung 5 kilogram.

Meski sudah menyiapkan total 7 ton beras, yakni beras SPHP 5 kilogram, namun masih banyak warga terutama ibu-ibu yang tak kebagian beras. Hal ini lantaran warga ingin mempersiapkan kebutuhan pokok menjelang Ramadan.

“Antri dari jam setengah 8 tadi. Udah desak-desakan namun tetap gak kebagian,” ungkap Sari (35) Warga Desa Burung Mandi Kecamatan Damar.

Tari berharap agar ke depan Pemkab Beltim melalui TPID dapat menambah stok bahan pokok, terutama beras bersubsidi saat pelaksanaan Operasi Pasar. Mengingat saat ini beras bersubsidi paling diincar oleh warga.

“Timah susah nak jual, jadi terpaksa cari beras murah dulu. Minta tolong tambahlah stoknya biar banyak yang kebagian,” ujar Tari.

Hal sama juga diungkapkan oleh Camat Damar, Arief Firmansyah diakuinya kurang lebih 500 warga Damar yang hadir saat oprasi pasar. Namun hanya sedikit warganya yang kebagian beras.

“Paling hanya 200-an yang dapat beras karena stoknya saat operasi ini hanya satu ton (200 karung). Ramai yang karena kita dari Kantor Camat Damar sudah jauh-jauh hari mengumumkan ada pasar murah,” ungkap Arief.

Arif pun meminta agar saat Operasi Pasar Murah tahap II yang akan dilaksanakan sebelum Hari Raya Idul Fitri 20 Maret Mendatang, TPID Kabupaten Beltim dapat menambah stok bahan pokok terutama beras bersubsidi.

“Kalau bisa minimal dua ton beras bersubsidi untuk setiap Kecamatan. Soalnya kebutuhan warga akan beras bersubsidi sangat tinggi apalagi mau puasa sama lebaran ini,” pinta Arief

(TIM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *