Diduga MelakukanPenganiayaan Nenek Usus 83 Tahun Ditangkap Polres Langkat

Langkat, Bharindojakartaindonesia.com/-Permasalahan sengketa Lahan antara Masyarakat Sumber Jaya Kecamatan Serapit Kabupaten Langkat dengan PT.AMAL TANI berujung ditangkapnya nenek-nenek berusia 83 tahun dengan pelaporan penganiayaan.

Awalnya bermula di tanggal 5 Pebruari 2024 Pihak BPN Provinsi Sumatera Utara di dampingi Pihak Intel Polda dan Pihak RECCLASSERING Juga perwakilan masyarakat dan dihadiri juga oleh Pihak PT AMAL TANI Melakukan Penelitian Batas HGU PT AMAL TANI . BPN Meminta Pihak PT Menunjukan 5 Titik kordinat batas HGU nya. dan masyarakat diminta menunjukan 5 Titik kordinat batas SHM NO 93 dan satu Titik kordinat batas HGU.
Lalu di tanggal 26 Pebruari 2024 masyarakat dan pendamping memenuhi undangan BPN Provinsi Sumatera Utara dalam hal Pemberitahuan Hasil Penetapan Batas HGU PT.AMAL TANI. Dan sayangnya pihak PT AMAL TANI tidak hadir. Yang mana Hasilnya Bahwa SHM NO 93 ATAS NAMA SUKATMA BERADA DILUAR HGU PT AMAL TANI.
Dan menyatakan 5 titik kordinat yang ditunjuk PT AMAL TANI Hanya 1 Titik kordinat yang sesuai dengan Titik yang  Sebenarnya (batas HGU) yaitu berada pada patok 14.
Oleh sebab itu di tanggal 29 Pebruari 2024  masyarakat ingin menduduki lahannya,namun dihadang oleh sekelompok Security PT AMAL TANI. terjadilah dorong-dorongan antara masyarakat dengan Security.

Time Barindo menemui nenek Kata Manis br Sembiring di Polres Langkat mengatakan ” sewaktu kami mau masuk ke lahan kami yang dikatakan BPN diluar HGU yang berarti bukan Areal PT, kami dihadang sama Security-nya PT. saya ikut dorong didepan lalu kaki saya di Injak tak dilepas- lepas yang akhirnya saya gigit dada yang injak kaki saya barulah lepas kaki saya dari injakannya.
Ee rupanya dia lapor saya ke polisi dan ditangkap lah saya, dibilangnya saya melakukan penganiayaan dan dikenakan pasal 170 KUHAP. ” begitu cerita nenek Kata Manis br Sembiring.

Maksud hati mengunjungi nenek Kata Manis br Sembiring ke Polres Langkat, Ketua beserta anggota RECCLASSERING sebagai penerima kuasa dari masyarakat dalam permasalahan sengketa lahan,yang antara lain salah satu anggota yang dibawa bernama Suparno,salah satu ketua kelompok masyarakat, ternyata sesampai di Polres anggota Suparno juga ada surat perintah penangkapan dengan dugaan keterlibatan dengan nenek Kata Manis br Sembiring.

Surat Perintah Penangkapan dengan No : SP.KAP/ 95 / III / RES.1.11 / 2024 / Reskrim. Berbunyi “karena diduga keras berdasarkan bukti permulaan yang cukup telah melakukan tindak pidana secara bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang dan atau penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 170 ayat (1) dan (2) ke-1e KUHAPidana.

Menurut pantauan kami,kronologis kejadian ingin munduduki tanah mereka, yang menurut keterangan masyarakat ada 21 org pemilik lahan. Dan mereka saling dorong.
Hasil tangkapan kami dilapangan di tanggal 29 Pebruari 2024, berkecepatan kami time Barindo juga berada di TKP. Masyarakat ada puluhan orang dan pihak Security juga ada puluhan orang.

Kami menemui biro hukum RECCLASSERING dan mengatakan ” pasal 170 KUHAP yang diterapkan tidak tepat terhadap klen kami, karena tidak pernah melakukan pengeroyokan bersama-sama. Klen kami hanya ingin membela diri akibat kekerasan yang dilakukan pihak Security.”
Pungkasnya.

Bambang/time.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *