RS Pratama Jagoi Babang Bengkayang ” Bancakan Para Koruptor ” Siapa Yang Berada Dibelakangnya

Bengkayang-Bharindojakartaindonesia.com/- Hasil investigasi Empiris Lembaga bersama Media beberapa waktu yang lalu kelokasi Rumah Sakit Pratama Jagoi Babang Kabupaten Bengkayang yang dibangun dengan Uang Negara tahun 2023 sebesar kurang lebih 30 Miliar namun tak selesai alias tak tuntas.

Tim investigasi telah mendapatkan informasi secara dari seorang pengusaha yang tidak mau namanya disebutkan, dia berkata bahwa pekerjaan proyek Rumah Sakit Jagoi Babang sudah bermasalah di awalnya yaitu masalah pondasinya yang tidak benar alias dicurangi, katanya.

Tim Investigasi juga menemukan indikator materialnya, alat pendukung kerjanya sampai pada tidak dibayarkannya Upah para pekerjanya Namun yang mirisnya lagi bangunannya  beresiko ambruk, jelas tim.

Script Analisa TINDAK.

Menurut Yayat Darmawi, SE, SH, MH koordinator lembaga TINDAK [ Investigation and Analisys Corruption Team ] menerima kedatangan Tim Inevstigasi lembaga dan Media dikantornya jalan H.M Suwignyo Pontianak [ 18/03/2024 ] membenarkan adanya informasi yang diterimanya terkait dengan Indikasi Korupsi di Proyek Pembangunan Rumah Sakit Jagoi Babang Bengkayang.

Analisa lembaga TINDAK bahwa diawal tender informasinya bahwa pemenang tender proyeknya justru bukan menjadi pelaksana kegiatan proyeknya lalu siapa mereka dan siapa yang berani merubah kebijakan tersebut, kata yayat.

Indikator Korupsi yang sudah terdeteksi diawal adalah merupakan Indikasi Perbuatan Melawan Hukum yang jelas sudah mengarah secara objektive pasti akan terjadinya kerugian Negara akibat Ulah dari pelaku pelakunya maka semestinya gerak cepat untuk  menuntaskan Pelanggarannya secara Hukum oleh Aparat Penegak Hukum Tipikor baik yang berada di Kejati atau di Polda kalimantan Barat, pemeriksaan para pelakunya tanpa adanya sistem pilah pilih, pinta yayat dengan tegas.

Pemerintahan Kabupaten Bengkayang mempunyai Rekam Jejak perbuatan korupsinya sudah sampai ke KPK RI dan anehnya lagi sampai saat ini Prilaku Korupsinya tidak menjerai bagi pelaku pelaku korupsi generasi yang baru, lalu dimana salahnya Hukum dalam menegakkan Law Enforcement, sebut Yayat.

Pemberita : Fredy Legito

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *