Mampukah Kapolres Pohuwato Menjadi Harapan Baru Bagi Kelestarian Lingkungan? Atau Sama Dengan Pendahulunya, Diam Tak Berkutik.

Pohuwato -Bharindojakartaindonesia.com/- Bharindojakartaindonesia.com -, semenjak dilantik oleh Kapolda Gorontalo AKBP Winarno kembali menjadi barometer penilaian bagi penegakan hukum, terutama bagi para pelaku PETI yang merusak lingkungan di Pohuwato.

Ruslan Pakaya SH aktifis LSM Pohuwato Watch mengatakan bahwa Aktifitas PETI  di Pohuwato yang diperkirakan terjadi sekitar tahun 2012.

“Dan PETI tersebut  terkesan dibiarkan oleh APH, beberapa Kapolres sebelumnya terkesan menutup mata. Akaan kejahatan itu,” katanya

Ruslan juga mengatakan Ada beberapa memang yang sempat di proses, akan tetapi terkesan hanya tebang pilih saja,  Aktifitas PETI ditertibkan hanya karena kegiatannya sudah banyak disoroti oleh media dan LSM, setelah situasi tersebut dirasa aman, mereka kembali beraktifitas.

“Bahkan ada Kapolres yang sempat didemo karena disinyalir menerima upeti dari para cukong,” katanya.

“Harapannya semoga Kapolres yang baru ini bisa menyelamatkan Bumi Panua dari kehancuran lingkungan, dengan menghentikan PETI, meskipun tindakan tersebut saya pikir kecil kemungkinannya,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *