Eks Mantan Kepala Kelurahan dan Ketua RT Dicokok Kejari Terkait Mafia Jual Tanah Bengkok

Salatiga,(3/4)Bharindojakartaindonesia.com -Kejaksaan Negeri Salatiga cokok dua orang terkait mafia tanah.

Sukamto Kepala kejaksaan Negeri Salatiga mengatakan inisial BH (60) mantan kepala desa Ledok NH(51)ketua pokja PTSL Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap yang juga ketua RT

Kedua orang tersebut bekerjasama menjual tanah Bengkok  milik kelurahan Ledok,Kecamatan Argomulyo Salatiga akibat merugikan keuangan Negara sekitar Rp 256 juta.

Selain itu kata Sukamto kedua tersangka ditahan selama 20 hari kedepan dan bisa dilakukan perpanjangan

Hingga kini setelah ditetapkan menjadi tersangka pada rabo (3/4) Pukul 10.00WIB keduanya langsung di bui dan digelandang untuk dititipkan diRutan Salatiga.

Untuk diketahui kami dari kejaksaan serius dan fokus dalam memberangus mafioso tanah,yang merugikan negara.

Adapun kedua tersangka dikenakan ancaman Pasal 2 ayat 1,Pasal 3,Pasal 9,Pasal 12 huruf e juncto Pasal 18 Undang- Undang Pemberantasaan Tindak Pidana Korupsi,sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan UU Nomor 31 tahun 1999 tentang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi,”ujarnya.

Kemudian Mirzantio Erdinanda kasi Intel Kejari Salatiga menambahkan,perbuatan korupsi kedua tersangka dilakukan sejak tahun 2023.

Berdasarkan penelusuran awak media kedua orang tersebut jabatannya kepala desa dan ketua Pokja PTSL.

Selain itu,kata Mirzantio bahwa upaya pengembangan kasus ini tidak hanya berhenti di dua tersangka yang sudah di bui tersebut.

Dari jual beli tanah bengkok tersebut terbitlah  kutipan Letter C yang menjadi dasar untuk manipulasi asat tanah Negara di ledok Salatiga

Kedua tersangka  modus operandi mengeluarkan surat jual beli tanah,yang kemudian menerbitkan Surat jual beli tanah palsu,yang selanjutnya dilakukan sebagai syarat untuk pendaftaran PTSL.

Luas tanah 250 meter persegi dengan nilai jual Rp 256 juta,”tegasnya.

Kami akan transparan dalam mengungkap kasus mafia tanah di Wilayah Salatiga.
(Kacong)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *