2 Tersangka kasus Pemasulan Tanda Tangan Direktur PT San Sheng Wood masuk Bui

Jepara,Bharindojakartaindonesia.com (6/4) – Wang Xinyi dan Dian Fatmala tersangka pemalsuan tanda tangan Direktur PT San Sheng Wood  masuk Bui.

Kasus Pemasulan Tanda tangan Direktur PT San Sheng Wood  tersebut terungkap setelah adanya pembelian mobil Yaris nomor Polisi K-1342-DC tahun 2020

Dari laporan tersebut, penyidik kemudian menetapkan Wang xinyi dan Dian Fatmala tersangka karena diduga telah memalsukan tanda tangan Direktur PT San Sheng Wood  dalam surat pembelian mobil Yaris New all.

Kedua tersangka merugikan PT San Sheng Wood secara materiil kerugian sebesar  Rp 359 juta  dan kerugian  immateriil yang tidak bisa dihitung jumlahnya,”ungkap nya

Pemalsuan tanda tangan dalam bentuk pemalsuan surat yang dapat dijerat dengan pasal 263 ayat (1) KUHP.

Pelaku diancam dengan pidana penjara selama 6 (enam) tahun. Pasal 273 ayat (1) KUHP

mengatakan bahwa barangsiapa membuat surat palsu atau pembebasan utang, atau yang boleh dipergunakan  sebagai keterangan bagi sesuatu perbuatan, dengan maksud akan menggunakan atau menyuruh orang lain menggunakan surat-surat itu

seolah-olah itu asli dan tidak dipalsukan maka kalau mempergunakan dapat mendatangkan sesuatu kerugian hukum karena surat tersebut, dengan hukuman penjara selama -lamanya 6 (enam) tahun.

AKP Tohari Kasat Reskrim polres Jepara saat dikonfirmasi ditempat terpisah melalui telpon seluler mengatakan

Untuk diketahui pada hari Senin (8/8/2022) PUKUL 16.58 WIB diarea PT San Sheng Wood jalan Ngabul Mantingan DS Tahunan kabupaten Jepara

Kemudian Pelapor menerima pesan email dari dealer Toyota cristianiecka@gmail.com ke perusahaan PT San Sheng Wood

Adapun terkait pelunasan kredit pembiayaan mobil di PT Astra Sedaya Finance (ACC) di Ruko Kudus yang melibatkan PT San Sheng Wood

Yaitu surat perjanjian pembiayaan Multiguna berupa 1 unit KBM merk Toyota All New Yaris nopol K-1342-DC warna putih tahun 2020

Selaku kreditor PT San Sheng  Wood

Pelapor menyatakan tidak pernah menandatangani perjanjian Multiguna tersebut diatas

Selanjutnya Pelapor melihat isi surat perjanjian tersebut dan terkejut karena terdapat tanda tangan Le Xianggen Komisaris Perusahaan dan tanda tangan Pelapor sendiri

Selain itu, kata AKP Tohari Kasat Reskrim Polres Jepara padahal Pelapor tidak pernah menanda tangani surat perjanjian tersebut.

Mengetahui kejadian tanda tangan nya dipalsukan Pelapor langsung konfirmasi dan klarifikasi kepada Le Xianggen

Adapun kejadian tersebut Pelapor membuat laporan polisi ke Polres Jepara

Untuk diketahui proses penyidikan perkara sudah dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum Kejari Jepara

Selanjutnya akan dilakukan pelimpahan tersangka dan Barang Bukti Tahap II Ke Kejaksaan Negeri Jepara,” tutup AKP Tohari.
(Kacong

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *